Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan dalam Penanggulangan Pertambangan Tanpa Izin di Sungai Lubuak Simpunai, Kabupaten Sijunjung

Authors

  • Anggun Nurhakim Universitas Negeri Padang
  • Putri Febri Wialdi Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.47134/villages.v6i2.291

Keywords:

Collaborative Governance, PETI, Penegakan Hukum, Partisipasi Masyarakat, Pemerintah Daerah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses collaborative governance dalam penegakan hukum terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Sungai Lubuak Simpunai, Kabupaten Sijunjung, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat efektivitasnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka Collaborative Governance Regime (CGR) dari Emerson et al. (2012). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak kepolisian, dinas lingkungan, pemerintah nagari, LSM lingkungan, dan masyarakat terdampak. Hasil menunjukkan bahwa kolaborasi masih bersifat informal dan belum terstruktur, ditandai dengan lemahnya koordinasi, rendahnya partisipasi, dan kurangnya kepercayaan antaraktor. Hambatan kelembagaan meliputi ketidakjelasan kewenangan, ketimpangan sumber daya, dan tidak adanya rencana aksi bersama. Selain itu, konflik kepentingan dan ketiadaan kepemimpinan kolaboratif turut melemahkan efektivitas penegakan. Meskipun terdapat upaya individu dari beberapa aktor, strategi bersama belum terbentuk. Penelitian ini menyarankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, kejelasan peran, peningkatan keterlibatan masyarakat, serta pembentukan wadah kolaboratif formal dalam penanganan PETI.

References

Amelia, N.R. (2019). The Role of Social Capital of Gold Miners on Defending Illegal Mining in Central Sulawesi Forest Park. Jurnal Sylva Lestari, 7(3), 255-266, ISSN 2339-0913, https://doi.org/10.23960/jsl37255-266

Anand, A. (2024). Applications of spatial science, satellites, and drones in combating crime and conflict. Artificial Intelligence and Big Data, 191-209, https://doi.org/10.4337/9781803925677.00021

Arianto, B. (2024). Triangulasi Metoda Penelitian Kualitatif.

Asrulla, A., Risnita, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320–26332.

Badri, M., & Pitri, E. (2021). Penegakan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana Pertambangan Minyak Tanpa Izin (Illegal Drilling) di Wilayah Hukum Kabupaten Batanghari. Wajah Hukum, 5(2), 637–643.

Bryson, J. M., Crosby, B. C., & Stone, M. M. (2006). The design and implementation of cross-sector collaborations: Propositions from the literature. Public Administration Review, 66(SUPPL. 1), 44–55. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00665.x

Chen, S. (2020). Debating Extractivism: Stakeholder Communications in British Columbia’s Liquefied Natural Gas Controversy. SAGE Open, 10(4). https://doi.org/10.1177/2158244020983007

Duda, M. (2024). Organised crime in the cross-border amber traffic: Aetiology, phenomenology and combating a criminal market. Green and Transnational Crime in Europe and Beyond Synergies and Challenges, 169-183, https://doi.org/10.4324/9781003530824-10

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1–29.

Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian, 1(3), 34–46.

Hoare, R. (2022). Combating the use of cyanide poison in ivory poaching. African Journal of Wildlife Research, 52(1), ISSN 2410-7220, https://doi.org/10.3957/056.052.0090

Kyselov, A.O. (2019). Combating illegal amber mining: Peculiarities of conflict resolution. Naukovyi Visnyk Natsionalnoho Hirnychoho Universytetu, 2019(2), 146-152, ISSN 2071-2227, https://doi.org/10.29202/nvngu/2019-2/19

Rahayu, D.P. (2024). Illegal tin mining, policy gaps and the plight of small-scale tin miners in Indonesia. South East Asia Research, 32(4), 351-369, ISSN 0967-828X, https://doi.org/10.1080/0967828X.2025.2462727

Rahyu, D. P., SH, M. H., Rahayu, S., Faisal, S. H., Wulandari, C., & Hassan, M. S. (2023). Implications Of Illegal Community Mining For Economic Development In Bangka Regency, Indonesia. Law Reform, 19(2), 270–293.

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.

Sentanu, I. G. E. P. S. & Yustiari, S. H. (2024). Mengelola Kolaborasi Stakeholder Dalam Pelayanan Publik. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.

Sugiharto, I. (2021). Politik Uang Dan Permasalahan Penegakan Hukumnya. Penerbit Nem.

Sulistiyo, U. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. PT Salim Media Indonesia.

Turlova, Y.A. (2020). Certain topical issues of criminalization of illegal amber mining. Naukovyi Visnyk Natsionalnoho Hirnychoho Universytetu, 2020(5), 122-128, ISSN 2071-2227, https://doi.org/10.33271/nvngu/2020-5/122

Waluyo, B. (2022). Penegakan hukum di Indonesia. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2025-07-25

How to Cite

Nurhakim, A., & Wialdi, P. (2025). Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan dalam Penanggulangan Pertambangan Tanpa Izin di Sungai Lubuak Simpunai, Kabupaten Sijunjung. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 6(2), 8. https://doi.org/10.47134/villages.v6i2.291

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 16 17 18 19 20 21 22 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.