Peran Collaborative Governance dalam Menanggulangi Banjir Air Rob di Kota Dumai
DOI:
https://doi.org/10.47134/villages.v7i1.364Keywords:
Collaborative Governance, Banjir Rob, Pemerintah Daerah, CSRAbstract
Banjir rob di Kota Dumai merupakan permasalahan lingkungan dan tata kelola publik yang sangat kompleks dan mendesak. Kondisi ini secara fundamental disebabkan oleh kombinasi faktor alamiah dan antropogenik, meliputi kenaikan signifikan permukaan air laut global, penurunan permukaan tanah (subsidence) yang semakin cepat, serta buruknya sistem drainase kota dan manajemen ruang pesisir yang tidak terintegrasi. Dampak yang ditimbulkan sangat luas, mencakup kerugian sosial dan ekonomi yang signifikan bagi kehidupan masyarakat pesisir, sehingga penanganan efektif tidak mungkin diselesaikan hanya oleh upaya tunggal pemerintah daerah. Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi peran strategis tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap banjir rob di Kota Dumai. Fokus utama adalah mengidentifikasi secara detail kontribusi spesifik dari pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat lokal, peran vital sektor swasta, serta sinergi dan koordinasi antar lembaga yang terlibat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif berbasis studi literatur ekstensif, dengan teknik analisis data kunci oleh Miles dan Huberman melalui tahapan sistematis: reduksi data, penyajian data temuan, dan penarikan kesimpulan substantif. Hasil penelitian secara tegas menunjukkan bahwa pemerintah daerah memegang peran inisiasi dalam merumuskan kebijakan dan mengoordinasikan kolaborasi lintas sektor; masyarakat berperan aktif sebagai mitra partisipatif utama dalam implementasi mitigasi struktural dan non-struktural; sektor swasta berkontribusi substansial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam penyediaan infrastruktur pendukung dan peningkatan kapasitas adaptif warga; dan sinergi antar lembaga memperkuat efektivitas implementasi kebijakan melalui kerangka sistem koordinasi terpadu. Secara keseluruhan, model tata kelola kolaboratif terbukti nyata meningkatkan efektivitas mitigasi banjir rob melalui optimalisasi mobilisasi sumber daya yang ada, penjaminan pengambilan keputusan yang partisipatif dan inklusif, serta implementasi kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan spesifik dan realitas lokal. Dengan demikian, tata kelola kolaboratif diposisikan sebagai model strategis dan berkelanjutan dalam mewujudkan pengelolaan banjir yang efektif berbasis pemberdayaan multi-aktor di Kota Dumai.
References
Ali, M., Ekawati, S. A., Akil, A., Arifin, M., Ihsan, I., Osman, W. W., & Sriwulandari, M. (2023). Sosialisasi mitigasi bencana banjir dengan melibatkan peran serta masyarakat di pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo. JURNAL TEPAT: Teknologi Terapan Untuk Pengabdian Masyarakat, 6(1), 107–120.
Amanda, & Mashur. (2025). Peran Stakeholder Dalam Mitigasi Bencana Banjir di Kota Dumai. JIANA (Jurnal Ilmu Administrasi Negara), 23(2).
Bakarbessy, D. (2024). Resiliensi Komunitas dalam Menghadapi Bencana: Literature Review Pendekatan Kesejahteraan Sosial di Wilayah Rawan Bencana. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(12), 14350–14356.
Belanawane, M. (2015). Kampung Siaga Bencana Sebagai Instrumen Kebijakan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Indonesia: Politik Pembangunan dan Partisipasi Dalam Diskursus Pembangunan Kebencanaan. Sosio Konsepsia, 5(01).
Chandra, N. (2023). Collaborative Governance Dalam Upaya Penanggulangan Abrasi Di Pesisir Pantai Kota Dumai.
Ciampa, F., Seifollahi-Aghmiuni, S., Kalantari, Z., & Ferreira, C. S. S. (2021). Flood mitigation in Mediterranean coastal regions: Problems, solutions, and stakeholder involvement. Sustainability, 13(18), 10474.
Dewi, & Sasdar. (2024). Peran Kebijakan Pembangunan Terpadu Dalam Mengurangi Resiko Bencana. Riset Sains Dan Teknologi Kelautan.
Dwirahmadi, F., Barnes, P., Wibowo, A., Amri, A., & Chu, C. (2023). Linking disaster risk reduction and climate change adaptation through collaborative governance: Experience from urban flooding in Jakarta. Geosciences, 13(11), 353.
Fahruz, M. A. (2025). Mobilisasi Sumber Daya Adaptasi Mitigasi Perubahan Iklim Di Kelurahan Krapyak Kecamatan Tirto Kota Pekalongan: Mobilization of Climate Change Mitigation Adaptation Resources in Krapyak Village, Tirto District, Pekalongan City. AKSIOLOGI: Journal of Community Development, 1(2), 61–84.
Ikhwan. (2018). Pemberdayaan Menuju Masyarakat Siaga Bencana Melalui Program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT). Universitas Brawijaya.
Imam, Manaf, & Aksa. (2025). Mitigasi dan Adaptasi Bencana Banjir Rob di Kelurahan Cappa Galung Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare. Urban and Regional Studies Journal, 7(2).
Kanji, R., & Agrawal, R. (2020). Exploring the use of corporate social responsibility in building disaster resilience through sustainable development in India: An interpretive structural modelling approach. Progress in Disaster Science, 6, 100089.
Lim, H. W., Zhang, F., Fang, D., Pena-Mora, F., & Liao, P. C. (2021). Corporate social responsibility on disaster resilience issues by international contractors. Journal of Management in Engineering, 37(1), 4020089.
Majidi, A., & Hosseini, S. A. (2025). Dynamic Adaptive Policy Pathways Approach to Manage Climate and Land Use Change‐Induced Urban Flood Damages. Journal of Flood Risk Management, 18(2), e70074.
Mustikaningsih, W., & Ananda, A. R. (2025). Politik Ketahanan Iklim: Analisis Tata Kelola Bencana Banjir dan Transformasi Kerentanan Sosial–Ekonomi Masyarakat Urban di Era Disrupsi Perubahan Iklim. Jurnal Ilmiah Multidisipin, 3(8), 564–573.
Mutiarawati, T., & Sudarmo, S. (2021). Collaborative governance dalam penanganan rob di Kelurahan Bandengan Kota Pekalongan. Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 1(1), 82–98.
Paradise, & Lubis. (2025). Civil Society Dalam Dinamika Reklamasi Teluk Jakarta. Ilmu Dan Budaya, 46(1).
Probo, E. (2017). Implementasi Kebijakan Tanggung Jawab Sosial Pada Industri Hulu Minyak & Gas Bumi Dalam Perspektif Good Corporate Governance.
Purba, & Rahmadani. (2024). Collaborative governance dalam Penanggulangan Banjir di Kota Dumai. POPULIKA, 12(1).
Rahmadani, N. (2023). Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Banjir Di Kota Dumai.
Rahmayanti, K. P. (2021). Promote collaborative governance? Review of disaster risk reduction strategy in Jakarta. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 724(1), 12044.
Retongga, N., Hayatuzzahra, S., Wijaya, N. P., Anwar, A., Samsun, S., Fiqri, A. H., & Munandar, A. (2024). Mitigasi Struktural dan Non-Struktural Bencana Banjir Sebagai Dasar Meningkatkan Ketahanan Masyarakat di Daerah Karanggayam dan Sekitarnya, Kabupaten Kebumen, Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(2), 1725–1729.
Rusfiana, Y., & Nurseta, H. (2021). Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah Melalui Strategi Kampanye Militer dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Bandung. INDONESIAN GOVERNANCE JOURNAL: KAJIAN POLITIK-PEMERINTAHAN, 4(1).
Saja, A. A., Teo, M., Goonetilleke, A., & Ziyath, A. M. (2021). A critical review of social resilience properties and pathways in disaster management. International Journal of Disaster Risk Science, 12(6), 790–804.
Sari, P. N., Purba, Y. W., & Alfian, A. R. (2022). Community preparedness against the threat of abrasion and tidal floods in Padang City. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1027(1), 12020.
Velander, S. (2025). From silos to synergy: Mapping institutional collaboration across global environmental science–policy interfaces. Environmental Science & Policy, 170, 104126.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Saniyyah Defna, Nurcahyati, Erinaldi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal is based on the work at https://villages.pubmedia.id/index.php/villages under license from Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. You are free to:
- Share – copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt – remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms, which include the following:
- Attribution. You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike. If you remix, transform or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
- No additional restrictions. You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.
Information for authors
The author should be aware that by submitting an article to this journal, the article's copyright will be fully transferred to Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa. Authors are allowed to resend their manuscript to other journals or intentionally withdraw the manuscript only if both parties (Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa and Authors) have agreed on the issue. Once the manuscript has been published, authors are allowed to use their published article under Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa copyrights.
All authors are required to deliver the agreement of license transfer once they submit the manuscript to Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa. By signing the agreement, the copyright is attributed to this journal to protect the intellectual material for the authors. Authors are allowed to share, copy and redistribute the material in any medium and in any circumstances.
• Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)

Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa is licensed under an International License



