Menimbang Rasionalitas Nasdem dalam Usulan Penetapan IKN Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur

Authors

  • Najwa Annisa Balqis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Nadia Vega Hermawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Za'im Baihaqi Nursetyo Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Maizia Hariyanti Zahra Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Tiara Egellina Hasugian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Muhammad Farel Adrian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Lafina Prima Nufaliha Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Dhandy Rahmat Lingga Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Raihan Raditya Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Abdul Ghofur Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47134/villages.v7i2.490

Keywords:

NasDem, IKN, Instrumental Values Framework, Political Party Typology

Abstract

Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur merupakan kebijakan strategis yang tidak hanya mewujudkan dimensi pembangunan, tetapi juga menghasilkan dinamika kontestasi politik yang kompleks di antara partai-partai dalam sistem demokrasi multipartai di Indonesia. Di tengah ketidakpastian seputar status IKN, Partai NasDem mengusulkan agar wilayah IKN ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur sebagai alternatif administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalitas politik di balik usulan tersebut dan menguji kelayakannya sebagai sebuah kebijakan publik. Secara teoritis, penelitian ini mengintegrasikan dua kerangka analisis: Tipologi Tujuan Partai Politik dari Kaare Strøm—yang membedakan orientasi pencarian suara (vote-seeking), pencarian jabatan (office-seeking), dan pencarian kebijakan (policy-seeking) sebagai teori utama (grand theory) untuk membedah motif strategis NasDem—serta Instrumental Values Framework dari Weimer dan Vining, yang menempatkan kelayakan politik, administratif, dan teknis sebagai prasyarat instrumental bagi terwujudnya kebijakan publik yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis isi terhadap dokumen kebijakan dan laporan media daring. Temuan penelitian menunjukkan bahwa usulan NasDem tidak memenuhi kriteria kelayakan kebijakan karena adanya pertentangan hukum dengan regulasi IKN yang sudah ada, ketidaksesuaian teknis antara rancangan infrastruktur dan fungsi yang diusulkan, serta minimnya dukungan politik dari aktor-aktor terkait. Lebih lanjut, dari perspektif Strøm, usulan tersebut mencerminkan kombinasi orientasi pencarian suara (vote-seeking) dan pencarian jabatan (office-seeking) daripada pencarian kebijakan (policy-seeking) yang substantif. Oleh karena itu, rasionalitas NasDem dapat dipahami sebagai rasionalitas politik alih-alih teknokratis.

References

Anirwan, A., Aljurida, A. A., & Baharuddin, T. (2024). Developing a new capital city (IKN) in Indonesia: A thematic analysis. Policy & Governance Review, 8(1), 1–18.

Bardach, E., & Patashnik, E. M. (2019). A practical guide for policy analysis: The eightfold path to more effective problem solving (6th ed.). CQ Press/SAGE.

Cairney, P. (2019). Understanding public policy: Theories and issues (2nd ed.). Red Globe Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dukarno, P. D., Listiana, D., & Ariwibowo, G. A. (2024). Antara Politik Nasional dan Politik Lokal: Ide Memindahkan Ibu Kota Negara pada 1950an. Masyarakat Indonesia, 50(2), 249–264. https://doi.org/10.55981/jmi.2024.8832

Forsyth, S. (2023). Party competition and policy positions in multiparty systems. Party Politics, 29(3), 512–526. https://doi.org/10.1177/13540688221099743

IKN belum rampung tapi UU DKJ sudah diteken, di mana ibu kota Indonesia? (2025). Tempo. https://www.tempo.co/politik/ikn-belum-rampung-tapi-uu-dkj-sudah-diteken-di-mana-ibu-kota-indonesia--1193343

Indonesia, P. R. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. In Lembaran Negara RI Tahun 2022 Nomor 41. https://peraturan.bpk.go.id/Details/198400/uu-no-3-tahun-2022

Indonesia, P. R. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. In Lembaran Negara RI Tahun 2023 Nomor 141. https://peraturan.bpk.go.id/Details/269494/uu-no-21-tahun-2023

Ketua DPRD Kaltim tanggapi usulan NasDem soal Keppres IKN: Pemindahan sudah sesuai aturan. (2025). Times Kaltim. https://timeskaltim.com/ketua-dprd-kaltim-tanggapi-usulan-nasdem-soal-keppres-ikn-pemindahan-sudah-sesuai-aturan/

Khairurrizqo, K. (n.d.). National interest within the capital city relocation project: State-centered theory analysis. Proceedings of International Conference on Social Science, Political Science, and Humanities (ICoSPOLHUM), 4, 17.

Mietzner, M. (2013). Money, power, and ideology: Political parties in post-authoritarian Indonesia. NUS Press.

NasDem usul IKN Nusantara jadi ibu kota Kalimantan Timur. (2025). Metro TV News. https://www.metrotvnews.com/read/kj2CE5rY-nasdem-usul-ikn-nusantara-jadi-ibu-kota-kalimantan-timur

Nugraha, R., & Rido, A. (2025). Nusantara: A new capital city or a costly gamble for Indonesia? Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 2588–2594.

Polemik usulan IKN digeser menjadi ibu kota Kalimantan Timur. (2025). Tempo. https://www.tempo.co/politik/polemik-usulan-ikn-digeser-menjadi-ibu-kota-kalimantan-timur-2050638

Rizaldi, B. A. (2025). NasDem nilai IKN bisa jadi ibu kota Kaltim jika tak dapat ditetapkan. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4975581/nasdem-nilai-ikn-bisa-jadi-ibu-kota-kaltim-jika-tak-dapat-ditetapkan

Slater, D. (2018). Party cartelization, Indonesian-style: Presidential power-sharing and the contingency of democratic opposition. Journal of East Asian Studies, 18(1), 23–46. https://doi.org/10.1017/jea.2017.26

Strøm, K. (1990). A behavioral theory of competitive political parties. American Journal of Political Science, 34(2), 565–598.

Tomsa, D., & Ufen, A. (2013). Party politics in Southeast Asia: Clientelism and electoral competition in Indonesia, Thailand, and the Philippines. Routledge.

Wacana IKN jadi ibu kota Kaltim dipertanyakan: Tantangan dan peluang mengemuka, ini analisis ekonom Unmul. (2025). Kaltim Post. https://kaltimpost.jawapos.com/utama/2507210074/wacana-ikn-jadi-ibu-kota-kaltim-dipertanyakan-tantangan-dan-peluang-mengemuka-ini-analisis-ekonom-unmul

Weimer, D. L., & Vining, A. R. (2011). Policy analysis: Concepts and practice (5th ed.). Pearson/Prentice Hall.

Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE.

Yohanes, Y., Mayrisa, S. I., Tiyana, V., Indriyanti, A. P., Lestari, P. N., & Fatihah, M. N. (2024). Analisis potensi wilayah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(5), 129–134.

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Balqis, N. A., Hermawan, N. V., Nursetyo, Z. B., Zahra, M. H., Hasugian, T. E., Adrian, M. F., … Ghofur, A. (2026). Menimbang Rasionalitas Nasdem dalam Usulan Penetapan IKN Sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 7(2), 95–104. https://doi.org/10.47134/villages.v7i2.490

Issue

Section

Articles