Dinamika Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Program UPPO dalam Mewujudkan Keberlanjutan Produksi Pupuk Organik di Kelompok Tani Usaha Bersama Nagari Koto Tinggi

Authors

  • Pitri Andini Universitas Negeri Padang
  • Fitri Eriyanti Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.47134/villages.v6i2.322

Keywords:

IPPO, Pupuk Organik, Keberlanjutan, Kelompok Tani Usaha Bersama, Pertanian Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat Program Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dalam mewujudkan keberlanjutan produksi pupuk organik di Kelompok Tani Usaha Bersama (KTUB) Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Dharmasraya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan anggota kelompok dan pemangku kepentingan, observasi aktivitas produksi, serta studi dokumentasi terkait regulasi, laporan evaluasi, dan data statistik resmi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan model Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berulang hingga pola temuan terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan UPPO sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana, pendampingan teknis dan administratif, pemanfaatan potensi sumber daya lokal, serta keterlibatan aktif pemangku kepentingan. Hambatan utama meliputi ketiadaan program lanjutan, lemahnya pengawasan dan monitoring, menurunnya partisipasi anggota, pergantian kepemimpinan, dan peran pihak swasta yang masih terbatas. Penelitian menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan awal, tetapi juga pada penguatan kelembagaan internal kelompok, koordinasi berkelanjutan antarinstansi, serta kemitraan strategis dengan pihak terkait. Simpulan penelitian menegaskan pentingnya peningkatan pendampingan teknis dan administratif, pemberdayaan anggota, serta keterlibatan pihak swasta untuk menjaga kemandirian kelompok dan keberlanjutan produksi pupuk organik. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan untuk memperkuat strategi pemberdayaan kelompok tani dalam mendukung pertanian organik berkelanjutan di tingkat lokal.

References

Afriansyah, D., Nugraha, A., & Putri, S. (2023). Pemberdayaan masyarakat dalam pertanian organik: Studi partisipasi anggota kelompok tani di Jawa Tengah. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Anggreny, R., Santoso, B., & Pratama, D. (2025). Penguatan jaringan komunikasi dan institusi pertanian berkelanjutan: Pendekatan kelembagaan ekonomi petani. Jakarta: Pustaka Pertanian Indonesia.

Ardiansyah, R., & Susilowati, E. (2022). Kemitraan pihak swasta dalam pemberdayaan kelompok tani: Analisis rantai nilai dan akses pasar. Bandung: CV Agro Media.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik pertanian Kabupaten Dharmasraya 2023. Dharmasraya: Badan Pusat Statistik Kabupaten Dharmasraya.

Damayanti, N., Lestari, P., & Hartono, A. (2024). Penyuluhan pemanfaatan pupuk organik lokal dan partisipasi masyarakat: Studi di Lampung. Lampung: Universitas Lampung Press.

Hardiyani, T., Wulandari, R., & Kurniawan, F. (2021). Struktur kelembagaan kelompok tani dan partisipasi anggota: Faktor penentu keberlanjutan produksi. Surabaya: Airlangga University Press.

Hidayat, R., Suryanto, S., & Putra, F. (2022). Kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan urban farming di Surabaya. Presidensial: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 2(3), 1–16. https://ejournal.appihi.or.id/index.php/Presidensial/article/download/936/937/4577

Irawan, B., Prasetyo, H., & Ramadhan, M. (2023). Efektivitas pupuk organik cair berbasis urin sapi dengan PGPR pada tanaman pakcoy. Jurnal Agritech, 18(2), 101–112.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Mudatsir, Rasdiana, dan Asriyanti Syarif. (2023). “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Kabupaten Jeneponto.” Jurnal Galung Tropika, 12(2), 262–272. https://doi.org/10.31850/jgt.v12i2.1112

Ningsih, A. (2022). Inovasi pemanfaatan kotoran sapi dalam produksi bokhasi untuk meningkatkan nilai jual pupuk organik. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(1), 45–53.

Nugroho, A., Suryanto, S., & Putra, F. (2023). Revitalisasi pertanian berkelanjutan: Studi kasus di Indonesia. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 15(2), 45–58. https://e-journal.my.id/perbal/article/download/5585/4033

Nugroho, S. (2014). Pemanfaatan teknologi pertanian modern dalam pemberdayaan kelompok tani. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nurdin, F., Ramli, H., & Sari, Y. (2025). Pengaruh pergantian kepemimpinan terhadap kesinambungan program pertanian organik. Jurnal Kebijakan Publik Pertanian, 12(1), 23–34.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. (2023). 10 program unggulan Disperta Dharmasraya terealisasi dengan baik. https://dharmasrayakab.go.id/berita/baca/10-program-unggulan-disperta-dharmasraya-terealisasi-dengan-baik

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 62/Permentan/RC.130/12/2015 tentang Bantuan Pemerintah untuk Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO). Jakarta: Kementerian Pertanian.

Prasetyo, A. (2022). Efektivitas pelatihan teknologi pertanian dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Desa, 6(2), 55–66.

Rahmawati, D. (2022). Inovasi kebijakan dan tindak lanjut dalam pemberdayaan kelompok tani: Analisis program jangka panjang. Surabaya: Universitas Airlangga Press.

Rahmawati, D., & Kurniawan, F. (2022). Pendampingan teknis dan manajerial dalam keberlanjutan kelompok tani. Jurnal Pemberdayaan Petani, 7(3), 56–68.

Ramadhina, R. P. (2024). Peranan pemangku kepentingan dalam pemberdayaan pelaku IKM di Kabupaten Pesisir Selatan (Skripsi, Universitas Negeri Padang).

Rhofita, E. I. (2022). Optimalisasi sumber daya pertanian Indonesia untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(1), 82.

Ruhimat, I. S. (2021). Strategi penguatan kelembagaan kelompok tani dalam usahatani agroforestry. Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Kehutanan, 18(1), 27–43.

Santoso, H. (2021). Peran pupuk organik dalam meningkatkan kualitas tanah dan keberlanjutan pertanian. Jurnal Agrikultura Indonesia, 10(1), 33–44.

Saragih, J. P. (2017). Tantangan kebijakan pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Kajian Politik, 9(2), 45–58. https://jurnal.dpr.go.id/index.php/kajian/article/view/770/515

Suherman, E. (2023). Pengembangan kelembagaan, partisipasi, dan kemandirian kelompok tani dalam mendukung program integrasi sapi sawit. Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian, 4(2), 154–165.

Sulistyowati, C. A. (2023). Potensi pertanian berbasis dukungan komunitas sebagai alternatif ketahanan pangan. Analisis Kebijakan Pertanian, 21(2), 241–261.

Wahyudi, T., Rinaldi, A., & Sari, D. P. (2021). Analisis faktor penghambat program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(2), 145–156. https://journal.ipb.ac.id/index.php/jagbi

Yuzianah, R., Hartono, A., & Putri, N. (2024). Dukungan administratif dan legalitas kelompok tani dalam pemasaran pupuk organik. Jurnal Ekonomi Pertanian, 10(2), 77–88.

Downloads

Published

2025-10-15

How to Cite

Andini, P., & Fitri Eriyanti. (2025). Dinamika Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Program UPPO dalam Mewujudkan Keberlanjutan Produksi Pupuk Organik di Kelompok Tani Usaha Bersama Nagari Koto Tinggi. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 6(2), 13. https://doi.org/10.47134/villages.v6i2.322

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.